Tugas, Fungsi dan Tata Nilai

LPMP Jawa Barat


Tugas dan Fungsi

LPMP Jawa Barat


Tugas LPMP Jawa Barat dapat dimaknai sebagai berikut:

Melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan



Fungsi LPMP Jawa Barat dapat dimaknai sebagai berikut:

  1. Pemetaan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah;
  2. Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah;
  3. Supervisi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pencapaian standar nasional pendidikan;
  4. Fasilitasi peningkatan mutu pendidikan terhadap satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan;
  5. Pelaksanaan kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan; dan
  6. Pelaksanaan urusan administrasi LPMP.

Tata Nilai

LPMP Jawa Barat


Tata nilai LPMP Jawa Barat dapat dimaknai sebagai berikut:

  1. C Cendekia adalah terpelajar; cerdik pandai, tajam pikiran; lekas mengerti (kalau diberi tahu sesuatu); cepat mengerti situasi dan pandai mencari jalan keluar. Pegawai yang cendekia akan membawa perubahan bagi kemajuan lembaga dan bangsa, serta mampu bersaing di era globalisasi.
  2. E Empati adalah suatu proses dimana seseorang mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain. Dengan memiliki empati pegawai dapat memahami, menghayati dan menempatkan dirinya pada posisi orang lain sesuai dengan identitas, pikiran, perasaan, keinginan, perilaku, tanpa mencampur-baurkan norma-norma sosial.
  3. R Religius adalah suatu sikap dan perilaku yang taat/patuh dalam menjalankan ajaran agama yang dipeluknya, bersikap toleransi terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta selalu menjalin kerukunan antar agama. Pegawai yang memiliki nilai religius dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan tulus dan ikhlas.
  4. D Dedikasi adalah sebuah pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan yang mulia. Pegawai yang memiliki nilai dedikasi tinggi akan mengabdikan dirinya untuk mencapai cita-cita yang luhur dengan keyakinan yang teguh.
  5. A Akuntabel adalah dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, di mana pertanggung jawaban ini menyangkut input, proses dan output yang dihasilkan. Pegawai yang memiliki nilai akuntabel dapat mendukung kelancaran tugas dan pelayanan lembaga.
  6. S Sauyunan (Berjiwa Gotong Royong) merupakan ajaran karuhun (leluhur) yang artinya hidup rukun bersama, yang di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sunda. Sikap yang ada di lembaga adalah gotong royong, kerja sama atau saling membantu, dan saling mendukung untuk kebaikan bersama dalam konteks hidup berorganisasi. Sesuai dengan ajaran silih asah, silih asuh, silih asih dan silih wawangi untuk meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama lembaga.