Pemerataan Pendidikan di Jawa Barat

Banyak Sekolah Rusak, Warga Serang Bentuk Forum Komunikasi
6 December 2017
Penelitian Siswa SMA tentang Bahaya WiFi Buat Kagum Ilmuwan
6 December 2017

MELALUI program pembangunan 31.000 RKB, Pemprov Jabar ingin memberi kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses pendidikan.

Luasnya wilayah Jawa Barat menyebabkan di beberapa daerah belum terakses pendidikan secara baik. Bahkan masih ada daerah di Jabar ini yang belum memiliki sarana pendidikan. Karena itu, Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memberi perhatian tinggi terhadap pendidikan. Karena melalui pendidikan dapat menjadi cara mengubah bangsa atau seseorang ke arah lebih baik. Seperti apa yang dia rasakan sendiri. Hanya melalui pendidikanlah Aher dapat menjabat gubernur.

“Saya yakin, karena memang seperti itulah jalannya manusia, bagaimana pendidikan mengubah saya secara pribadi maka saya juga sekarang ada satu kebijakan yang mengubah orang lain,” kata Aher. Dia mengemukakan, meski sudah banyak RKB yang dibangun, sampai saat ini masih ada di beberapa daerah yang belum terakses pendidikan. Bahkan ada satu daerah tidak memiliki sekolah negeri maupun swasta. “Diperkirakan masih dibutuhkan 15.000 lagi RKB yang dibangun,” kata dia.

Pada 2016 ini, tutur Gubernur, Pemprov Jabar berencana membangun sekolah baru di beberapa kabupaten, terutama di kecamatan yang belum memiliki sekolah negeri. Terdapat 27 lokasi sekolah yang telah berhasil dibebaskan, masing-masing memiliki lua 2,5 hektare. Pada awal 2017, Aher menargetkan dapat membebaskan lahan sebanyak 73 lokasi lagi.

Jadi total 100 sekolah baru akan dibangun pada tahun depan. Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Namun diharapkan terdapat 1.000 kelas yang berhasil dibangun di 100 lokasi tersebut. “Persiapan ini cukup matang. Lahannya luas mencapai 2,5 hektare. Jadi 1,5 hektare untuk ruang kelas, 1 hektare lagi untuk tempat praktik,” ungkap Gubernur.

Program pembangunan RKB dan sekolah baru, tutur dia, sangat membantu masyarakat dalam mengakses pendidikan. Sebab, kekurangan ruang kelas membuat kesempatan masyarakan mengenyam pendidikan menjadi sedikit. Dengan penambahan atau perbaikan RKB memberi banyak kesempatan kepada masyarakat dalam mengenyam pendidikan.

“RKB membuat akses pendidikan bagi masyarakat semakin bagus. Ketersediaan kursi makin banyak karena kelasnya ada. Ada juga kasus sekolah pagi sekolah siang, dibantu oleh kami jadi sekolah pagi semua. Jadi fresh semua,” ungkap Gubernur.

Dia menambahkan, saat ini Pemprov Jabar masih menunggu keputusan alih kelola SMS/SMK dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi. Jika jadi dialihkan ke provinsi, Pemprov Jabar siap dan berjanji meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat.

Sumber Koran Sindo

Edisi 31-07-2016