Dongkrak Mutu Disdik Purwakarta Gelar Sosialisasi SPMI

Seleksi CAT CPNS Kemdikbud tahun 2017
28 October 2017
Pendataan Calon Peserta Pendidikan Guru Dalam Jabatan
1 November 2017

pendidikanpurwakarta.com — Dalam rangka upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Purwakarta, Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal (SPMI). Kegiatan tersebut digelar Senin (30/10) bertempat di Aula Janaka Setda Purwakarta. Hadir sebagai narasumber Kepala  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat H. Totoh Santosa, MM dan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kab. Purwakarta H. Purwanto, M.Pd. Kegiatan tersebut diikuti oleh 250 orang Kepala Sekolah Jenjang SD dans SMP se Kabupaten Purwakarta.

Dalam sambutannya Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kab. Purwakarta H. Purwanto mengatakan bahwa Kabupaten Purwakarta terus berikhtiar meningkatkan mutu pendidikan salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan suporting kepada sekolah-sekolah model SPMI tahun 2017 yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Ipung panggilan akrab Plt. Kadisdik Purwakarta berkomitmen untuk terus bekerja keras meningkatkan mutu pendidikan salah satu upayanya pada tahun 2018 akan ditambah jumlah sekolah model SPMI minimal satu sekolah tiap kecamatan dengan demikain akan semakin banyak sekolah model SPMI yang akan membina sekolah imbas SPMI yang pada gilirannya seluruh sekolah di Kabupaten Purwakarta dapat melaksanakan SPMI dengan utuh dan komprehensif. Terangnya.

Sementara itu, H. Totoh Santosa, MM Kepala LPMP Jawa Barat mengatakan bahwa tahun 2017 ini Kabupaten Purwakarta merupakan gelombang kedua piloting sekolah SPMI. Pada tahun ini di Kabupaten Purwakarta ada 10 SD, 4 SMP dan 2 SMA yang menjadi sekolah model SPMI. Katanya.

Totoh menambahkan bahwa pada tahap ini, implementasi SPMI harus diawali dari bagaimana memahami konsep-konsep dasar tentang SPMI.  Paling tidak pada tahun ini purwakarta harus ada minimal 2 sub indikator mutu pendidikan yang meningkat yang harus diespose di Exspo supaya rekan-rekan kepala sekolah yang bukan sekolah model dan imbas SPMI bisa secepatnya berkomunikasi dengan sekolah model untuk dapat mengiplmentasikan SPMI.  Tambahnya.

Totoh yang juga asli Purwakarta ini mengatakan bahwa SPMI adalah konsep yang terintegrasi dari indikator ke indikator lain. Ada 5 tahapan pekerjaan SPMI yaitu: Pemetaan Mutu, Penyusunan Rencana Pemenuhan mutu, Pelaksanaan Rancana Pemenuhan, Penyusunan Strategi Peningkatan Mutu dan Monitoring serta evaluasi. SPMI pu harus berangkat dari pemetaan mutu. Adapun instrumen pemetan mutu adaalh Evaluasi Diri dan Akreditasi.  Pungkasnya [DSP].

sumber: Nurdin Cahyadi- Kepegawaian 30 Oct 2017
http://pendidikanpurwakarta.com/index.php/info/view/422