Detik-Detik Menjelang Ekpose Sekolah Model Di Jawa Barat

GURU PENYEBAR VIRUS MUTU PENDIDIKAN
9 November 2017

Oleh:
IDRIS APANDI

(Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan/LPMP Jawa Barat)

Pascadilaksanakan kegiatan workshop pra ekspose Sekolah Model (sekmod) dari tanggal 24 s.d. 27 Oktober 2017, maka tahap berikutnya adalah pelaksanaan ekspose atau pameran yang diikuti oleh seluruh sekmod. Di Provinsi Jawa Barat, program sekmod dilaksanakan sejak tahun 2016. Diawali dengan implementasi di 4 (empat) Kabupaten/Kota yang meliputi Kota Cimahi, Kota Bandung, Kab. Ciamis, dan Kab. Kuningan. Adapun yang menjadi sasarannya masing-masing terdiri dari 16 sekolah (8 SD, 4 SMP, 2 SMA, dan 2 SMK). Totalnya sebanyak 64 sekolah.

Pada tahun 2017, selain Kabupaten/Kota dan sekolah-sekolah yang menjadi sasaran sekmod pada tahun 2016, wilayahnya ditambah 23 Kabupaten/Kota ditambah menjadi 368 sekolah. Ditambah 8 sekolah yang pernah menjadi sasaran Program Peningkatan Mutu Sekolah (PAMS) yaitu Kabupaten Cianjur (6 sekolah) dan Kota Banjar (2 sekolah). Kalau jumlahnya digabung, maka sasaran tahun 2016 dan 2017, maka total sebanyak 440 sekmod.

Pelaksanaan ekspose Sekmod dibagi ke dalam empat gelombang, yaitu gelombang I dilaksanakan dari tanggal 13 s.d. 14 November 2017 di delapan Kabupaten/Kota yang meliputi ; (1) Kab. Karawang, (2) Kab. Bandung, (3) Kab. Bandung Barat, (4) Kab. Cianjur, (5) Kab. Subang, (6) Kab. Purwakarta, (7) Kab. Sumedang, dan (8) Kab. Garut.

Gelombang II dilaksanakan dari tanggal 15-16 November 2017 di sepuluh Kabupaten/Kota yang meliputi; (1) Kota Cirebon, (2) Kab. Cirebon, (3) Kota Cimahi, (4) Kab. Kuningan, (5) Kab. Majalengka, (6) Kab. Pangandaran, (7) Kota Banjar, (8) Kab. Tasikmalaya, (9) Kab. Ciamis, dan(10) Kota Bandung.

Gelombang III dilaksanakan dari tanggal 17-18 November di enam Kabupaten/Kota yang meliputi: (1) Kota Tasikmalaya, (2) Kab. Bekasi, (3) Kota Bekasi, (4) Kab. Indramayu, (5) Kab. Bogor, dan (6) Kota Bogor. Gelombang IV dilaksanakan tiga Kabupaten/Kota yang meliputi (1) Kota Sukabumi dari tanggal 20 s.d. 21 November 2017, (2) Kota Sukabumi, dan (3) Kota Depok yang masing-masing dari tanggal 21 s.d. 22 November 2017.

Pada saat workshop persiapan ekspose yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat, para peserta dibekali dengan berbagai materi seperti penulisan best practices, penulisan potret sekolah, dan penyusunan bahan publikasi seperti video, newsletter, dan sebagainya. Stand ekspose dan berbagai hasil karya mereka nanti dinilai oleh Tim LPMP. Satu sekmod pada jenjang SD,SMP, SMA, dan SMK yang dinilai terbaik, nantinya akan dipilih mendapatkan kesempatan mengikuti ekspose tingkat provinsi mewakili Kabupaten/Kota masing-masing.

Adapun tujuan dari ekspose antara lain : (1) Mensosialisasikan proses dan hasil kegiatan pelaksanaan SPMI di setiap Sekolah Model, (2) Memberikan gambaran umum mengenai kendala, solusi pelaksanaan SPMI di setiap sekolah model, dan (3) Menampilkan hasil/produk/dokumentasi terkait pelaksanaan program SPMI di setiap sekolah model. Pada ekspose tingkat Kabupaten/Kota, Seluruh Sekolah Model harus menampilkan hasil/produk/ dokumentasi terkait pelaksanaan program SPMI di setiap sekolah model di tingkat Kabupaten/Kota.

Saat ini, panitia ekspose sekmod di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat sedang sibuk mempersiapkan berbagai persiapan acara. Saya yakin tentunya mereka ingin menyajikan yang terbaik walau menghadapi berbagai keterbatasan baik keterbatasan waktu, tenaga, maupun biaya. Walau demikian, para sekmod perlu fokus pada subtansi dari ekspose itu sendiri adalah menampilkan hasil karya yang telah dibuat oleh masing-masing sekmod, jangan sampai terbebani dengan berbagai pengeluaran yang tidak perlu dan akhirnya membengkak. Sebuah pameran tentunya diharapkan meriah tapi berbalut kesederhanaan.

Menurut saya, hal yang paling diharapkan dari kegiatan ekspose sekmod buka sekedar show, tetapi semakin meningkatnya kesadaran untuk membangun budaya mutu di sekolah dalam rangka mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP). Budaya mutu selanjutnya diharapkan mengimbas ke sekolah-sekolah imbas khususnya dan sekolah-sekolah yang belum tersentuh oleh program sekmod, karena jumlah sekolah yang mencapai puluhan ribu di Jawa Barat proses penjaminan mutunya tidak hanya mengandalkan peran LPMP saja, tetapi perlu kerjasama semua pihak terkait mulai dari sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi, dan peran serta dunia usaha.

Dinas-dinas Pendidikan di beberapa Kabupaten/Kota mulai menyosialisasikan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal (SPMI) bahkan akan membuat aturan hukumnya. Hal ini semoga menjadi pemicu dan pemacu untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selamat melaksanakan ekspose dan selamat membangun budaya mutu untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik.