Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

SPMI-Dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas kebijakan dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dasar dan menengah untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi atau melampaui SNP. Peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan ini merupakan tanggung jawab dari setiap komponen di satuan pendidikan. Sesuai peraturan perundangan yang berlaku setiap satuan pendidikan wajib melakukan penjaminan mutu sesuai kewenangannya. Peningkatan mutu di satuan pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu pada seluruh komponen sekolah. Untuk peningkatan mutu sekolah secara utuh dibutuhkan pendekatan khusus agar seluruh komponen sekolah bersama-sama memiliki budaya mutu. Untuk itu dibutuhkan program Implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan di seluruh sekolah di Indonesia dengan pendekatan pelibatan seluruh komponen sekolah (whole school approach) melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Dasar dan Menengah (SPME - Dikdasmen) adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan dan proses yang terkait untuk melakukan fasilitasi dan penilaian melalui akreditasi untuk menentukan kelayakan dan tingkat pencapaian mutu satuan pendidikan dasar dan menengah. Sistem Penjaminan Mutu ini direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan dan dikembangkan oleh pemerintah, pemerintah daerah, lembaga akreditasi dan lembaga standardisasi pendidikan yang dilaksanakan secara sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu dan aturan atau perundang-undangan yang telah ditetapkan. Implementasi SPME di satuan pendidikan dapat menggunakan beberapa siklus yaitu : memetakan mutu, perencanaan peningkatan mutu, fasilitasi pemenuhan mutu, melaksanakan monev pemenuhan mutu, menetapkan SNP dan melakukan akreditasi

Extended Program

LPMP Jawa Barat Tahun 2018


DAPODIKDASMEN

Aplikasi Dapodikdasmen dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan Instruksi Menteri no.2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan. Dikembangkan dengan semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data. Aplikasi ini berfungsi untuk menjaring data pokok pendidikan (Satuan Pendidikan, Peserta Didik serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang akan dimanfaatkan dalam berbagai kebijakan pendidikan yaitu BOS, Bansos, Tunjangan, UN, dan lain-lain.

Kurikulum 2013

Untuk Program Kurikulum 2013 di tahun 2018, LPMP Jawa Barat lebih fokus terhadap proses Pendampingan di semua jenjang sekolah. Pendampingan pelaksanaan kurikulum adalah pemberian bantuan teknis operasional perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan kurikulum kepada sekolah, terutama guru dan kepala sekolah oleh Instruktur Kabupaten/Kota.

Selayang Pandang

LPMP Jawa Barat


Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan atau biasa disebut LPMP merupakan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang berkedudukan di Provinsi. Sesuai dengan Permendikbud No. 14 Tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja LPMP pasal (1) dan (2) bahwa LPMP adalah unit pelaksana teknis Kemdikbud yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, yang mempunyai tugas melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Berkenaan dengan tusi LPMP sebagaimana tercantum dalam pasal (3) Permendikbud No. 14 Tahun 2015, LPMP menyelenggarakan fungsi melakukan pemetaan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah, membuat dan mengelola sistem informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah, melakukan supervisi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pencapaian standar nasional pendidikan, melakukan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan terhadap satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan, melaksanakan kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan, dan melaksanakan urusan administrasi LPMP.
Pelaksanaan tusi tersebut dibagi ke dalam struktur kerja seksi dan subbag, dimana Kepala LPMP sebagai pejabat eselon IIIa membawahi 4 (empat) pejabat eselon IV yang terdiri dari sub bagian umum, seksi sistem informasi, seksi pemetaan mutu dan supervisi, seksi fasilitasi peningkatan mutu pendidikan dan tenaga fungsional.
LPMP Jawa Barat hadir dengan tujuan membantu sekolah agar dapat mampu mencapai standar mutu pendidikan nasional melalui pemetaan mutu pendidikan, pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan, supervisi satuan pendidikan dalam pencapaian standar nasional pendidikan, fasilitasi peningkatan mutu pendidikan terhadap satuan pendidikan dasar dan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan, dan pelaksanaan kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan.
Sumber Daya Manusia yang mendukung kinerja di LPMP Jawa Barat berjumlah total 180 orang, 146 orang diantaranya telah berstatus PNS, 22 orang honorer dan 12 orang tenaga outsourcing. Jika dilihat dari kualifikasi akademik, PNS di LPMP di bagi ke dalam beberapa kualifikasi, Kualifikasi S3 : 15 orang, S2 : 65 orang, S1 : 42 orang, D3 : 4 orang dan SMA sebanyak 20 orang

Peningkatan Mutu Sekolah

Program SPMI dan SPME



Fasiltasi Kompetensi

Penilaian Angka Kredit



Pemetaan Mutu Pendidikan

Rapor Mutu Jawa Barat



Peningkatan Profesionalisme

Sertifikasi Guru dalam Jabatan